Malam itu, motor Astrea '94 ku mogok. Dan perlu perbaikan serius. Saya dorong ke bengkel terdekat yang hampir tutup, dan mereka bilang harus dilakukan verboss karena lubang businya sudah tidak punya uliran lagi. Saya telpon ke Papa karena rumahnya lebih dekat ke kantor daripada rumahku. Masalahnya motor tidak bisa dinyalakan, jadi perlu ditarik; satu lagi masalahnya hujan turun tidak berhenti-henti. Papa beberapa kali menelepon menanyakan keadaan dan lokasiku. Setelah hujan reda, akhirnya Papa datang dan motorku dapat ditarik ke rumahnya. My Dad loves me, my dad loves me all the time. (Papa-ku mencintaiku, papaku mencintaiku setiap waktu)
Satu lagi pengalaman yang menyatakan bahwa "My Dad Loves Me"; waktu itu saya terbaring di rumah sakit. Setelah mengetahui bahwa aku habis di operasi, dia segera berangkat ke kota membeli obat China untuk luka dalam. Kemudian segera bergegas berangkat ke Bintaro. Sore menjelang malam Papa baru tiba di sana, dan langsung memberikan obatnya. Ternyata sepanjang hari ini dia hanya mengganjal perutnya dengan sepotong bakpau sepanjang hari itu. Dia lebih mementingkan anaknya dari pada dirinya sendiri. My Dad loves me, my Dad loves me all the time.
Hubungan antara seorang ayah dan anaknya digambarkan secara detail dalam Amsal. “…. ketika aku masih tinggal di rumah ayahku sebagai anak, lemah dan sebagai anak tunggal bagi ibuku, aku diajari ayahku, katanya kepadaku: "Biarlah hatimu memegang perkataanku; berpeganglah pada petunjuk-petunjukku, maka engkau akan hidup. Perolehlah hikmat, perolehlah pengertian, jangan lupa, dan jangan menyimpang dari perkataan mulutku.” Guru Agung kita juga mendapatkan didikan dari Ayah-Nya.
“Aku selalu berada di samping-Nya seperti seorang anak yang dikasihi-Nya. Aku selalu menjadi sukacita bagi-Nya, bergembira dan bermain-main di hadirat-Nya. Alangkah bahagianya aku atas apa yang telah dijadikan-Nya—dunia-Nya yang luas dan segenap umat manusia!” Guru Agung begitu dekat dengan Bapa-Nya, gambaran yang seharusnya ada dalam hubungan antara seorang seorang ayah dan anaknya.
“Dengarkanlah ayahmu yang memperanakkan engkau, dan janganlah menghina ibumu kalau ia sudah tua.” Amsal mengajarkan bagaimana memperlakukan seorang ayah… dengarkan dia dan hormati dia. Masalah bagi orang tua adalah kesepian. Setelah anak-anaknya menikah, mereka kembali hidup berdua saja. Memang kadang-kadang anaknya datang, tapi tidak sesering yang mereka inginkan. Padahal kerinduan mereka adalah anak-anaknya datang dan mendengarkan mereka.
”Mahkota orang yang sudah lanjut usia ialah cucu-cucunya. Kemuliaan seorang anak ialah ayahnya.” Biarlah ini menjadi kebanggaan kita di masa tua kita, anak-anak kita membanggakan ayahnya yang telah membesarkan kita. ”Saya bangga punya ayah seperti Papa.” Saya rindu anak saya, JJ, berkata kepada saya di masa tua saya nanti,”Saya bangga punya ayah seperti Daddy.”
”JJ, your Dad loves you, your Dad loves you all the time”
p.s. I love you
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment