Tuesday, January 13, 2009

Cita-cita JJ

Dear JJ,

Waktu itu kamu baru berumur 6 tahun, sewaktu Dad menemani JJ tidur, ada pertanyaan yang JJ tanyakan ke Dad. "Dad mau JJ jadi apa kalau sudah besar nanti?"

Pertanyaan ini begitu menyentak hati Dad, ini seperti memberikan masa depan JJ kepada Dad. Tapi Dad ingat bahwa hidup JJ adalah milik JJ sendiri.
JJ boleh menjadi apa pun di kehidupan ini. "Kalau JJ jadi ahli komputer seperti Dad?", sambungnya.
"Kamu boleh jadi ahli komputer seperti Dad, kalau itu memang keinginan JJ", jawab Dad.

Kemudian kamu tidur dengan senyum lega.

Dad ingat waktu wisata ke puncak, kamu naik perahu yang kamu kendarai sendiri. Dad mengikuti dari belakang, dan ada satu suara yang Dad dengar dari Bapa di surga, "Suatu ketika, kamu harus melepaskan dia untuk berjalan sendiri dan belajar untuk bertanggung jawab untuk setiap jalan yang dia pilih. Inilah pintu menuju kemandirian dan kedewasaannya."

"Ya, Bapa. Saya akan melepaskan JJ untuk belajar kedewasaan dalam hidup ini. Tapi mohon Bapa, jangan pernah lepaskan JJ dari tangan-Mu.

Dengan air mata terurai,
Daddy yang sangat mencintaimu.

ps. I love you