Daddy tak menjanjikan kekayaan yang melimpah
Daddy tak menjanjikan semua keinginanmu terpenuhi
Daddy tak menjanjikan perjalanan wisata keliling dunia
Tetapi ini yang Daddy janjikan:
Pelukan hangat dan ciuman sayang setiap hari.
Penerimaan yang tidak pernah tertutup
Telinga yang selalu terbuka untuk mendengar pendapatmu
Pengampunan yang tiada batas
Hati yang selalu terbuka bagimu, lebih luas daripada bahtera Nuh
Dukungan dalam setiap keputusan yang engkau ambil
Kepercayaan penuh dalam setiap tindakanmu
Kesabaran yang tidak pernah akan surut
From Your Dad
p.s I love you.
Thursday, November 19, 2009
Wednesday, October 21, 2009
My Dad Loves Me, My Dad Loves Me All The Time
Malam itu, motor Astrea '94 ku mogok. Dan perlu perbaikan serius. Saya dorong ke bengkel terdekat yang hampir tutup, dan mereka bilang harus dilakukan verboss karena lubang businya sudah tidak punya uliran lagi. Saya telpon ke Papa karena rumahnya lebih dekat ke kantor daripada rumahku. Masalahnya motor tidak bisa dinyalakan, jadi perlu ditarik; satu lagi masalahnya hujan turun tidak berhenti-henti. Papa beberapa kali menelepon menanyakan keadaan dan lokasiku. Setelah hujan reda, akhirnya Papa datang dan motorku dapat ditarik ke rumahnya. My Dad loves me, my dad loves me all the time. (Papa-ku mencintaiku, papaku mencintaiku setiap waktu)
Satu lagi pengalaman yang menyatakan bahwa "My Dad Loves Me"; waktu itu saya terbaring di rumah sakit. Setelah mengetahui bahwa aku habis di operasi, dia segera berangkat ke kota membeli obat China untuk luka dalam. Kemudian segera bergegas berangkat ke Bintaro. Sore menjelang malam Papa baru tiba di sana, dan langsung memberikan obatnya. Ternyata sepanjang hari ini dia hanya mengganjal perutnya dengan sepotong bakpau sepanjang hari itu. Dia lebih mementingkan anaknya dari pada dirinya sendiri. My Dad loves me, my Dad loves me all the time.
Hubungan antara seorang ayah dan anaknya digambarkan secara detail dalam Amsal. “…. ketika aku masih tinggal di rumah ayahku sebagai anak, lemah dan sebagai anak tunggal bagi ibuku, aku diajari ayahku, katanya kepadaku: "Biarlah hatimu memegang perkataanku; berpeganglah pada petunjuk-petunjukku, maka engkau akan hidup. Perolehlah hikmat, perolehlah pengertian, jangan lupa, dan jangan menyimpang dari perkataan mulutku.” Guru Agung kita juga mendapatkan didikan dari Ayah-Nya.
“Aku selalu berada di samping-Nya seperti seorang anak yang dikasihi-Nya. Aku selalu menjadi sukacita bagi-Nya, bergembira dan bermain-main di hadirat-Nya. Alangkah bahagianya aku atas apa yang telah dijadikan-Nya—dunia-Nya yang luas dan segenap umat manusia!” Guru Agung begitu dekat dengan Bapa-Nya, gambaran yang seharusnya ada dalam hubungan antara seorang seorang ayah dan anaknya.
“Dengarkanlah ayahmu yang memperanakkan engkau, dan janganlah menghina ibumu kalau ia sudah tua.” Amsal mengajarkan bagaimana memperlakukan seorang ayah… dengarkan dia dan hormati dia. Masalah bagi orang tua adalah kesepian. Setelah anak-anaknya menikah, mereka kembali hidup berdua saja. Memang kadang-kadang anaknya datang, tapi tidak sesering yang mereka inginkan. Padahal kerinduan mereka adalah anak-anaknya datang dan mendengarkan mereka.
”Mahkota orang yang sudah lanjut usia ialah cucu-cucunya. Kemuliaan seorang anak ialah ayahnya.” Biarlah ini menjadi kebanggaan kita di masa tua kita, anak-anak kita membanggakan ayahnya yang telah membesarkan kita. ”Saya bangga punya ayah seperti Papa.” Saya rindu anak saya, JJ, berkata kepada saya di masa tua saya nanti,”Saya bangga punya ayah seperti Daddy.”
”JJ, your Dad loves you, your Dad loves you all the time”
p.s. I love you
Satu lagi pengalaman yang menyatakan bahwa "My Dad Loves Me"; waktu itu saya terbaring di rumah sakit. Setelah mengetahui bahwa aku habis di operasi, dia segera berangkat ke kota membeli obat China untuk luka dalam. Kemudian segera bergegas berangkat ke Bintaro. Sore menjelang malam Papa baru tiba di sana, dan langsung memberikan obatnya. Ternyata sepanjang hari ini dia hanya mengganjal perutnya dengan sepotong bakpau sepanjang hari itu. Dia lebih mementingkan anaknya dari pada dirinya sendiri. My Dad loves me, my Dad loves me all the time.
Hubungan antara seorang ayah dan anaknya digambarkan secara detail dalam Amsal. “…. ketika aku masih tinggal di rumah ayahku sebagai anak, lemah dan sebagai anak tunggal bagi ibuku, aku diajari ayahku, katanya kepadaku: "Biarlah hatimu memegang perkataanku; berpeganglah pada petunjuk-petunjukku, maka engkau akan hidup. Perolehlah hikmat, perolehlah pengertian, jangan lupa, dan jangan menyimpang dari perkataan mulutku.” Guru Agung kita juga mendapatkan didikan dari Ayah-Nya.
“Aku selalu berada di samping-Nya seperti seorang anak yang dikasihi-Nya. Aku selalu menjadi sukacita bagi-Nya, bergembira dan bermain-main di hadirat-Nya. Alangkah bahagianya aku atas apa yang telah dijadikan-Nya—dunia-Nya yang luas dan segenap umat manusia!” Guru Agung begitu dekat dengan Bapa-Nya, gambaran yang seharusnya ada dalam hubungan antara seorang seorang ayah dan anaknya.
“Dengarkanlah ayahmu yang memperanakkan engkau, dan janganlah menghina ibumu kalau ia sudah tua.” Amsal mengajarkan bagaimana memperlakukan seorang ayah… dengarkan dia dan hormati dia. Masalah bagi orang tua adalah kesepian. Setelah anak-anaknya menikah, mereka kembali hidup berdua saja. Memang kadang-kadang anaknya datang, tapi tidak sesering yang mereka inginkan. Padahal kerinduan mereka adalah anak-anaknya datang dan mendengarkan mereka.
”Mahkota orang yang sudah lanjut usia ialah cucu-cucunya. Kemuliaan seorang anak ialah ayahnya.” Biarlah ini menjadi kebanggaan kita di masa tua kita, anak-anak kita membanggakan ayahnya yang telah membesarkan kita. ”Saya bangga punya ayah seperti Papa.” Saya rindu anak saya, JJ, berkata kepada saya di masa tua saya nanti,”Saya bangga punya ayah seperti Daddy.”
”JJ, your Dad loves you, your Dad loves you all the time”
p.s. I love you
Tuesday, February 24, 2009
Terbaik 1 atau 2, dalam Kehidupan

Minggu, 15 Februari 2009, JJ mengikuti lomba Robotics di Kelapa Gading. Dan hasilnya ternyata JJ menang juara ke-3. Dad sangat bangga dengan hasil yang sudah dicapai. Dad juga masih ingat waktu kamu memenangkan juara pertama lomba mewarnai tingkat RW. JJ mau tahu mengapa semua itu seperti-nya mudah digapai oleh JJ.
Sewaktu mummy sedang mengandung JJ, Dad mendapatkan pewahyuan dari Tuhan dari Mazmur 112:2 "Anak cucunya akan perkasa di bumi; angkatan orang benar akan diberkati."
JJ akan perkasa di bumi; artinya JJ akan dapat menaklukan setiap tantangan di jalan kehidupan yang akan JJ lalui.
Jadilah yang terbaik, nomor 1 atau paling kurang nomor 2 dalam setiap bidang yang dipercayakan Tuhan kepadamu.
Oya, mengenai kekayaan, Dad pernah bertanya kepada Tuhan bagaimana dengan kekayaan yang Dad miliki sekarang, kalau nanti Dad akan punya anak-anak lain yang ditampung dalam panti asuhan yang Dad & Mummy dirikan.
Dan Tuhan berbicara begini,"Kekayaanmu akan hanya sejari kelingking kekayaan anakmu." Sejak itu Dad tidak pernah khawatir tentang masa depan JJ, karena Tuhan sudah sediakan melalui janji-janji-Nya.
Selamat Menjadi Quintillionner. (Ini kata-kata yang pernah kamu tanyakan waktu masih kecil, setelah millioner, trillioner, quatrillioner).
Your Dad.
ps. I love you.
Tuesday, January 13, 2009
Cita-cita JJ
Dear JJ,
Waktu itu kamu baru berumur 6 tahun, sewaktu Dad menemani JJ tidur, ada pertanyaan yang JJ tanyakan ke Dad. "Dad mau JJ jadi apa kalau sudah besar nanti?"
Pertanyaan ini begitu menyentak hati Dad, ini seperti memberikan masa depan JJ kepada Dad. Tapi Dad ingat bahwa hidup JJ adalah milik JJ sendiri.
JJ boleh menjadi apa pun di kehidupan ini. "Kalau JJ jadi ahli komputer seperti Dad?", sambungnya.
"Kamu boleh jadi ahli komputer seperti Dad, kalau itu memang keinginan JJ", jawab Dad.
Kemudian kamu tidur dengan senyum lega.
Dad ingat waktu wisata ke puncak, kamu naik perahu yang kamu kendarai sendiri. Dad mengikuti dari belakang, dan ada satu suara yang Dad dengar dari Bapa di surga, "Suatu ketika, kamu harus melepaskan dia untuk berjalan sendiri dan belajar untuk bertanggung jawab untuk setiap jalan yang dia pilih. Inilah pintu menuju kemandirian dan kedewasaannya."
"Ya, Bapa. Saya akan melepaskan JJ untuk belajar kedewasaan dalam hidup ini. Tapi mohon Bapa, jangan pernah lepaskan JJ dari tangan-Mu.
Dengan air mata terurai,
Daddy yang sangat mencintaimu.
ps. I love you
Waktu itu kamu baru berumur 6 tahun, sewaktu Dad menemani JJ tidur, ada pertanyaan yang JJ tanyakan ke Dad. "Dad mau JJ jadi apa kalau sudah besar nanti?"
Pertanyaan ini begitu menyentak hati Dad, ini seperti memberikan masa depan JJ kepada Dad. Tapi Dad ingat bahwa hidup JJ adalah milik JJ sendiri.
JJ boleh menjadi apa pun di kehidupan ini. "Kalau JJ jadi ahli komputer seperti Dad?", sambungnya.
"Kamu boleh jadi ahli komputer seperti Dad, kalau itu memang keinginan JJ", jawab Dad.
Kemudian kamu tidur dengan senyum lega.
Dad ingat waktu wisata ke puncak, kamu naik perahu yang kamu kendarai sendiri. Dad mengikuti dari belakang, dan ada satu suara yang Dad dengar dari Bapa di surga, "Suatu ketika, kamu harus melepaskan dia untuk berjalan sendiri dan belajar untuk bertanggung jawab untuk setiap jalan yang dia pilih. Inilah pintu menuju kemandirian dan kedewasaannya."
"Ya, Bapa. Saya akan melepaskan JJ untuk belajar kedewasaan dalam hidup ini. Tapi mohon Bapa, jangan pernah lepaskan JJ dari tangan-Mu.
Dengan air mata terurai,
Daddy yang sangat mencintaimu.
ps. I love you
Subscribe to:
Posts (Atom)
